Tips & Trik Inspeksi Rumah Seperti Profesional

Cari rumah baru di daerah perkotaan memang susah, karena lahan pemukiman yang sudah penuh dibangun hunian atau pusat bisnis. Tapi memang tidak bisa dipungkiri kalau rumah di dalam kota merupakan pilihan strategis untuk kita dan…

Concept young couple moving house. Asian woman checking list of stuff prepare for relocation.
Minute Read

4 mins

Published

27.09.2021

Cari rumah baru di daerah perkotaan memang susah, karena lahan pemukiman yang sudah penuh dibangun hunian atau pusat bisnis. Tapi memang tidak bisa dipungkiri kalau rumah di dalam kota merupakan pilihan strategis untuk kita dan keluarga. Nah, salah satu jalan keluar bagi kita yang ingin beli rumah di pusat kota adalah dengan membeli rumah yang sebelumnya sudah pernah ditempati, dalam kata lain ‘rumah bekas’.

Membeli rumah bekas mungkin tidak senyaman dengan membeli rumah yang baru dibangun, apalagi kalau sudah berdiri selama puluhan tahun. Makanya, penting sekali untuk datang dan menginspeksi langsung rumah-rumah yang ingin kita beli. Lokalist telah membuat daftar hal-hal apa saja sih, yang perlu kita perhatikan saat menghadiri Open House atau menghadiri janji inspeksi rumah?

used house inspection before buying new house, inspeksi rumah lama sebelum membeli rumah pertama

Apa itu Inspeksi Rumah? 

Beberapa orang mungkin memiliki mimpi beli rumah bekas, karena menyukai estetik rumah klasik atau bangunan tua sehingga mereka lebih memilih untuk beli rumah yang sudah berumur. Sebenarnya tidak masalah kita mau beli rumah second atau rumah baru, asal teliti saat melakukan inspeksi.

Inspeksi rumah adalah pemeriksaan properti yang ingin kita beli untuk mengantisipasi kemungkinan masalah. Proses ini bisa kita lakukan sendiri saat menghadiri open house, atau saat membuat janji dengan pihak pemasar untuk melihat-lihat properti yang kita idamkan. Tujuan dari inspeksi rumah adalah untuk mencari tahu area yang mungkin akan bermasalah sebelum akhirnya kita mantap untuk melakukan proses penutupan. Proses ini memberi pembeli dan penjual kesempatan untuk bernegosiasi ulang atau bahkan meninggalkan transaksi jika perlu.

Meskipun mungkin terdengar menakutkan, inspeksi rumah sebenarnya adalah salah satu perlindungan terbaik yang bisa kita lakukan sebelum membeli rumah bekas. Proses pemeriksaan rumah dapat melindungi kita dan dompet dari kejutan kurang menyenangkan di kemudian hari. 

used house inspection before buying new house, inspeksi rumah lama sebelum membeli rumah pertama

Daftar Inspeksi Rumah

Jadi, apa saja yang perlu kita perhatikan saat melakukan inspeksi rumah?

1. Pondasi, struktur, & eksterior       

Memeriksa pondasi dan struktur rumah memang perlu kejelian ekstra, tapi sesuai dengan namanya, kedua hal ini merupakan komponen penting yang menentukan kekokohan sebuah rumah.

  • Apakah pondasi yang terlihat dalam keadaan baik?
  • Apakah ada retakan di dinding bagian bawah atau lantai?
  • Adakah indikasi bahwa struktur rumah pernah bergeser? (Perbedaan warna, garis yang tidak sinkron)
  • Apakah ada indikasi rumah pernah kebanjiran?
  • Apakah septic tank berada di posisi dan kondisi yang baik?
  • Adakah indikasi akan adanya rayap atau struktur kayu yang sudah lapuk?
  • Apakah kusen pintu dan jendela masih kokoh?
  • Apakah plafon dan atap dalam kondisi yang baik? (Tidak bocor, mengelupas, atau lapuk)
  • Apakah ada atap yang ditambal?
  • Apakah rumah memiliki cukup ventilasi udara?
  • Bagaimana keadaan selokan di depan rumah?

2. Interior

Memeriksa keadaan interior sebuah rumah merupakan hal yang paling mudah dalam daftar ini, karena kebanyakan komponennya dapat terlihat dengan mudah. Berikut adalah daftar yang wajib kita perhatikan:

  • Apakah rumah memiliki bau aneh? (bau apek, anyir, atau bau tidak biasa lainnya)
  • Bagaimana kondisi peralatan yang menyertai rumah (keran, wastafel, AC, rak dinding, bak cuci, kloset, dll.)
  • Apakah rumah mendapatkan cukup cahaya alami dan sirkulasi udara?
  • Bagaimana keadaan cat dinding, wallpaper, dan keramik lantai di tiap ruang?
  • Adakah noda yang perlu dipertanyakan? (rembesan air, noda terbakar, dll.)
  • Apakah semua pintu dan jendela berfungsi dengan baik?

3. Saluran air

Tidak ada yang lebih menyebalkan daripada kualitas air yang buruk dan keran bocor.  Maka dari itu, hal selanjutnya yang perlu kita periksa saat melakukan inspeksi rumah adalah saluran air. Lantas, apa saja yang perlu diperiksa?

  • Semua keran air, baik di kamar mandi, dapur, halaman, dan ruang lainnya, termasuk shower, shower jet, dan toilet flush.
  • Apakah air yang mengalir cukup jernih?
  • Seluruh saluran pembuangan air seperti lubang wastafel, toilet, bak mandi, dll.
  • Apakah tekanan air yang ada sudah cukup kuat?
  • Apakah pompa air sudah tersedia? Jika ya, menggunakan pompa jetpump atau sumur?
  • Bagaimana dengan pemanas air? Apakah sudah tersedia dan berfungsi dengan baik? Jenis pemanas apa yang tersedia (gas atau listrik, berapa besar kapasitasnya?
  • Apakah rumah menggunakan torren (tangki air)? Jika ya, berapa besar kapasitasnya?

4. Aliran listrik

Listrik tentu merupakan salah satu fasilitas esensial dalam kehidupan sehari-hari kita. Dari menyalakan lampu dan kulkas untuk kegunaan sehari-hari, hingga mengisi ulang daya handphone dan laptop yang mendukung produktivitas kita. Perhatikan hal berikut untuk memastikan kamu dapat berkegiatan dengan nyaman

  • Perhatikan posisi saklar lampu tiap ruangan, apakah semua berfungsi dengan baik?
  • Hitung stopkontak di tiap ruangan, apakah jumlahnya cukup dan berfungsi dengan baik?
  • Apakah panel listrik berada di tempat yang mudah dijangkau?
  • Apakah kabel dan sambungan yang ada masih kokoh dan tidak terkelupas?

used house inspection before buying new house, inspeksi rumah lama sebelum membeli rumah pertama

Tips Inspeksi Rumah untuk Pemula 

Walau telah memiliki daftar hal-hal yang perlu diinspeksi, kenyataannya kita masih bisa merasa terintimidasi saat melakukan inspeksi rumah second.  Untuk meringankan beban, berikut beberapa tips dari Lokalist untuk para pemburu rumah pertama. 

  1. Ajak teman atau kerabat yang lebih familiar tentang seluk-beluk jual beli rumah bekas
  2. Lakukan perhitungan hal penting apa saja yang kita perlukan di rumah baru
  3. Buat daftar pertanyaan apa saja yang ingin ditanyakan ke penjual
  4. Kenali hal apa yang menjadi deal-breaker kita
  5. Yang terpenting, kita harus hadir sendiri saat inspeksi rumah

 

Melakukan inspeksi rumah merupakan tahap awal dari proses membeli rumah, tidak jarang proses ini bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan. Maka dari itu, jangan terburu-buru dan merasa tertekan saat melakukan inspeksi rumah bekas. Ingat, properti yang akan kita beli nantinya akan menjadi rumah bagi kita dan keluarga!