Tanpa Perlu Ribet! Ini Dia Cara Membuat Sertifikat Kepemilikan Tanah!

Sebelum melakukan deal, sebaiknya kita memiliki sedikit pengetahuan mengenai dokumen-dokumen legal yang akan menjadi bukti kepemilikan kita akan properti yang kita beli. Tahapan ini termasuk langkah terpenting untuk menghindari terjadinya sengketa di masa depan!

indonesian, asian, land ownership certificate, do it yourself, mengurus sertifikat tanah sendiri
Minute Read

2 mins

Published

23.09.2021

Sertifikat tanah berperan sebagai penunjuk identitas kepemilikan yang sah dan autentik di mata hukum atas kepemilikan tanah kita, mulai dari Sertifikat Hak Milik (SHM), Sertifikat Hak Guna Bangunan, (SHGB), dan Sertifikat Hak Pakai. Ditambah, rumah yang memiliki sertifikat lengkap berpeluang memiliki nilai aset yang lebih tinggi.

Land Ownership Certificate legalized by the Indonesian government, Aceh Indonesia

Cara Membuat Sertifikat Tanah

Membuat sertifikat tanah sebenarnya bukanlah hal yang rumit, tapi memang butuh kesabaran dalam mengikuti prosesnya.  Lalu, bagaimana, sih cara membuat sertifikat kepemilikan tanah yang benar? Yuk, simak cara berikut!

Siapkan dokumen

Berikut adalah lampiran dokumen yang harus kita siapkan sebagai syarat membuat sertifikat tanah:

  • Sertifikat Asli Hak Guna Bangunan (SHGB)
  • Fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK)
  • SPPT PBB
  • Surat pernyataan kepemilikan lahan

Kantor BPN Badan Pertanahan Nasional Indonesia, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Indonesian National Land Agency, Ministry of Agrarian Affairs and Spatial Planning

Mengunjungi Kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional)

Setelah semua dokumen sudah siap dan lengkap, maka langkah selanjutnya anda harus mendatangi kantor BPN yang sesuai dengan wilayah tanah kita. Kemudian, kita harus membeli formulir pendaftaran dan kita akan diberikan sebuah map warna berwarna biru dan kuning. Setelah itu, buatlah janji dengan petugas BPN untuk melakukan pengukuran tanah. 

Penerbitan Sertifikat Tanah Hak Milik

Setelah tanah selesai diukur, kita akan mendapatkan data Surat Ukur Tanah. Serahkanlah data tersebut untuk melengkapi dokumen yang telah ada. Kemudian, kita hanya perlu bersabar menunggu kapan surat keputusan diterbitkan.

Sembari menunggu sertifikat tanah kita terbit, kita akan dibebankan BEA Perolehan Hak Atas Tanah atau disingkat BPHTB. Waktu hingga sertifikat tanah terbit bisa dibilang lama, hingga kurang lebih setengah hingga satu tahun lamanya. Maka itu ada baiknya untuk kita terus memastikan kepada petugas BPN kapan sertifikat tanah kita terbit dan dapat diambil.

 

Mungkin untuk sebagian orang, cara membuat sertifikat tanah cukup rumit. Lalu apakah ada jasa yang bisa membantu mereka? Apakah ada ‘calo dokumen’ di bidang properti yang bisa membantu membuat sertifikat tanah? Kenyataannya ada, tapi terlalu beresiko, biasanya masyarakat menggunakan jasa PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) untuk mengurus dokumen mereka.