Serupa Namun Tak Sama: Apa itu PPJB, PJB, dan AJB?

Dalam perihal jual beli rumah, hal pertama yang ingin kita hindari adalah kesalahan yang merugikan, yaitu penipuan. Maka dari itu, yuk pahami perbedaan dari PPJB, PJB, dan AJB yang serupa namun tidak sama untuk pengalaman jual beli rumah yang lebih lancar dan aman!

indonesian property documents, dokumen properti indonesia, ppjb, pengikatan perjanjian jual beli
Minute Read

3 mins

Published

14.11.2021

Apa itu Perjanjian Jual Beli (PPJB)? Perjanjian Jual Beli (PJB)? Atau Akta Jual Beli (AJB)? Ada banyak sekali istilah dokumen properti yang mungkin terdengar membingungkan dan bahkan asing bagi para pembeli rumah pertama. Jadi, tidak mengherankan jika beberapa dari istilah properti sulit untuk dipahami. Namun, dalam perihal jual beli rumah, hal pertama yang ingin kita hindari adalah kesalahan yang merugikan, yaitu penipuan. Maka dari itu, penting bagi kita untuk mengetahui istilah properti yang penting untuk diingat.

Yuk, pahami perbedaan dari PPJB, PJB, dan AJB yang serupa namun tidak sama untuk pengalaman jual beli rumah yang lebih lancar dan aman!

indonesian property documents, dokumen properti indonesia, ppjb, pengikatan perjanjian jual beli

Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB)

PPJB atau Perjanjian Pengikatan Jual Beli dibuat sebagai pengikat sementara sebelum dibuatnya Akta Jual Beli (AJB) resmi yang menguraikan berbagai syarat dan ketentuan yang terkait dengan penjualan. PPJB bertindak sebagai perjanjian non-otentik dari ikatan awal antara penjual dan pembeli rumah atau tanah.

Karena sifatnya yang tidak resmi, PPJB tidak mengikat tanah atau rumah sebagai objek perjanjian, dan tentunya belum mengharuskan penyerahan kepemilikan tanah dari penjual kepada pembeli.

PPJB biasanya dibuat karena beberapa hal, seperti pembeli belum melunasi pembayaran. Lalu, setiap perjanjian jual beli antara penjual dan pembeli dituangkan dalam PPJB, termasuk harga jual, tanggal jatuh tempo pelunasan, dan waktu kapan akan dibuatkan AJB atau Akta Jual Beli.

Beberapa hal yang perlu kita pahami tentang Perjanjian Jual Beli (PPJB):

Perjanjian pembelian harus mencakup semua detail yang diperlukan menurut hukum untuk menghindari kesalahpahaman di masa mendatang mengenai bagian mana pun dari transaksi antara pembeli dan penjual.

  • Obyek Pengikatan Jual Beli

Terdapat objek yang harus disertakan ke dalam PPJB, yaitu luas bangunan serta sketsa arsitektural dan spesifikasi teknis, lokasi tanah sesuai dengan pencantuman nomor kapling dan luas tanah beserta perizinannya.

  • Kewajiban dan Jaminan Penjual

Penjual wajib menyerahkan unit rumah atau kavling sesuai dengan yang ditawarkan kepada pembeli pada nantinya, sehingga PPJB menjadi pedoman hukum bagi pembeli.

  • Kewajiban Pembeli

Pembeli wajib membayar angsuran rumah atau kavling dan sanksi keterlambatan berupa denda.

  • Isi Perjanjian Jual Beli (PPJB) harus sesuai dengan Keputusan Pemerintah

Karena perjanjian merupakan kekuatan hukum sekaligus jaminan, maka segala sesuatu yang tercantum dalam PPJB harus sesuai dengan yang diatur dalam Keputusan Menteri.

akta jual beli, land sales deed, indonesian proof of property transaction

Akta Jual Beli

Akta Jual Beli adalah dokumen hukum yang membuktikan dan mencatat penjualan

properti. Akta Jual Beli (AJB) berfungsi sebagai bukti bahwa kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan jual beli.

Berbeda dengan PPJB, Akta Jual Beli adalah dokumen otentik yang diterbitkan oleh notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dan merupakan salah satu persyaratan penjualan properti. Akta Jual Beli (AJB) adalah dokumen hukum terkuat dalam undang-undang.

Pengikatan Jual Beli (PJB)

Pengikatan Jual Beli (PJB) adalah perjanjian antara penjual untuk menjual asetnya kepada pembeli yang dibuat dengan akta notaris. PJB biasanya dilakukan karena alasan tertentu yaitu pembayaran harta benda belum lunas atau pajak dalam transaksi jual beli belum lunas.

Untuk itu, ada dua jenis PJB, PJB lunas dan PJB tidak lunas. PJB lunas dibuat untuk transaksi atas objek jual beli yang berada di luar wilayah kerja notaris atau PPAT yang bersangkutan.

Sedangkan PJB tidak lunas diterbitkan jika pembayaran harga jual beli belum dilunasi oleh penjual. PJB yang belum lunas harus ditindaklanjuti dengan AJB pada saat pelunasan.

Untuk lebih banyak istilah properti yang perlu kita ketahui, yuk lihat artikel ini!