Panduan dan Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah

Balik nama sertifikat tanah penting untuk dilakukan sebagai bukti kepemilikan yang kuat dan sah. Lalu, bagaimana kita melakukan balik nama?

panduan balik nama properti, Guide to land title transfer in Indonesia
Minute Read

3 mins

Published

20.01.2022

Perpindahan sertifikat hak atas tanah atau balik nama sertifikat tanah adalah proses pemindahan hak yang dilakukan setelah setiap transaksi jual beli tanah atau bangunan dalam rangka pengalihan status kepemilikan kepada pembeli. Sederhananya, ketika kita membeli tanah atau bangunan, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah melakukan balik nama pada sertifikat rumah atau tanah dari nama pemilik sebelumnya ke nama kita.

Balik nama sertifikat tanah penting untuk dilakukan sebagai bukti kepemilikan yang kuat dan sah. Penyerahan hak atas tanah dapat dilakukan di Kantor Pertanahan atau Badan Pertanahan Nasional atau BPN kabupaten atau lokasi dimana tanah tersebut berada.

Lalu, bagaimana kita melakukan balik nama? Apakah ada sesuatu yang harus kita persiapkan? Berapakah biaya yang dibutuhkan untuk melakukan balik nama sertifikat tanah? Lokalist telah merangkum semua yang dibutuhkan untuk mentransfer sertifikat tanah tanpa ribet. Simak artikel berikut!

panduan balik nama properti, Guide to land title transfer in Indonesia

1. Mencari PPAT

Untuk dapat melakukan pengalihan hak atas tanah atau balik nama sertifikat tanah, kita perlu menyewa PPAT untuk memudahkan prosesnya. Sebelum itu, pastikan untuk menyiapkan dokumen-dokumen ini:

  1. Sertifikat Tanah Asli
  2. Kartu identitas pembeli dan penjual
  3. Permohonan peralihan hak atas tanah yang telah ditandatangani oleh pemilik tanah atau bangunan.
  4. Bukti pembayaran SSB-BPHTB (Surat Setoran Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan) atau Uang Jaminan Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.

2. Siapkan semua dokumen tambahan

Jika sudah mendapatkan PPAT, petugas PPAT akan menyediakan surat pengantar yang harus dibawa ke BPN bersama dengan dokumen-dokumen di atas. Jika kita berencana untuk melakukan proses balik nama sertifikat tanah tanpa bantuan PPAT, maka kita juga perlu menyiapkan dokumen-dokumen berikut:

  1. SPPT-PBB atau Surat Pemberitahuan Pajak Bumi dan Bangunan Terutang
  2. Izin peralihan hak atas rumah susun dan tanah negara
  3. Surat kuasa otentik

panduan balik nama properti, Guide to land title transfer in Indonesia

3. Kunjungi Badan Pertanahan Nasional atau BPN

Setelah semua dokumen sudah siap, hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah membawa semua dokumen ke Badan Pertanahan Nasional kabupaten atau kota tempat tanah itu berada di mana mereka akan memeriksa legalitas dokumen.

Jika semua dokumen disetujui, langsung ke konter checkout. Kita akan diberikan tanda terima yang diperlukan untuk pendaftaran proses balik nama sertifikat tanah nantinya. Setelah itu, Badan Pertanahan Nasional akan memproses pengalihan hak atas tanah atau balik nama dari nama pemegang sebelumnya menjadi nama baru, yaitu milik kita.

Terakhir, kita akan diberikan informasi kapan sertifikat tanah kita bisa diambil. Biasanya memakan waktu sekitar 5 hari kerja.

Berapa biaya transfer sertifikat hak atas tanah?

Untuk menghitung biaya balik nama sertifikat tanah, kita dapat menggunakan rumus dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN RI berikut ini yang didasarkan dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Jadi, sebelum menghitung biaya pengalihan hak atas tanah, pastikan untuk memeriksa Nilai Objek Pajak melalui situs web pemerintah setempat.

Nilai tanah (per m2) x luas tanah (m2)/1.000

Contohnya, jika sebidang tanah memiliki nilai Rp 500.000 per m2 dengan luas tanah 100m2, maka perhitungannya adalah:

Rp 500.000 x 100/1000 = Rp 50.000

Tetapi jika kita menginginkan proses yang lebih mudah, PPAT akan sangat membantu kita dalam segala prosesnya. Tentu saja akan dikenakan biaya lebih tetapi harga tersebut biasanya sudah termasuk biaya jasa notaris, pembuatan akta jual beli, dan balik nama.

panduan balik nama properti, Guide to land title transfer in Indonesia

Catat! akan ada biaya tambahan lain yang harus dibayarkan, seperti:

Biaya Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar 5 persen dari harga jual tanah dan bangunan dikurangi Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak.
Biaya layanan informasi Nilai Tanah atau Nilai Aset Properti per kavling adalah Rp 50.000
Biaya pemeriksaan sertifikat tanah yang menelan biaya Rp 50.000

Proses balik nama sertifikat tanah harus menjadi hal pertama yang kita lakukan setelah membeli tanah atau bangunan agar kita memiliki bukti kepemilikan yang sah. Pastikan juga, sebelum melakukan proses balik nama, kita menyiapkan semua dokumen yang diperlukan!