Kenapa Harga Properti di Indonesia Terus Meningkat?

Harga properti yang naik setiap tahun sudah menjadi hal yang lumrah dihadapi masyarakat Indonesia, bahkan laporan kenaikan harga properti per tiga bulan pun tidak mengherankan meski saat ini Indonesia sedang menghadapi resesi ekonomi.

The Increase of Property Prices
Minute Read

3 mins

Published

01.02.2021

Harga properti yang naik tiap tahun sudah menjadi hal yang lumrah dihadapi oleh masyarakat Indonesia, bahkan adanya laporan kenaikan harga properti per tiga bulan pun sudah tidak mengherankan meski saat ini Indonesia tengah berada dalam keadaan resesi ekonomi. Sektor properti terus menjadi bentuk investasi yang paling menggiurkan, walau suku bunga kredit sedang sangat rendah, tetap ada potensi kenaikan harga properti sebesar 10 sampai 15 persen per tahun.

Jika keadaan ekonomi negara tidak mampu menahan kenaikan harga properti, lantas faktor apakah yang membuat harga properti terus naik tiap tahun?

 

The Increase of Property Prices

Red up arrow and stacks of gold coins in front of wooden house. Investment and time concept

 

1. Ketersediaan Tanah Terbatas

Kebutuhan akan tempat tinggal terus meningkat tiap tahun, tapi sayangnya luas tanah negara Indonesia tidak ikut bertambah seiring meningkatnya demand (permintaan). Sesuai dengan hukum supply (pasokan) dan demand, situasi seperti ini mempengaruhi kenaikan harga properti dari tahun ke tahun.

Salah satu solusi dari terbatasnya ketersediaan tanah adalah menyediakan rumah vertikal seperti apartemen dan rumah susun. Namun, di sisi lain, ketersediaan rumah tapak akan berkurang dan harganya akan tetap mengikuti kenaikan harga properti.

2. Peningkatan Jumlah Penduduk

Faktor ini berkaitan dengan demand (permintaan) dari hukum supply dan demand. Indonesia memiliki angka kelahiran penduduk sebesar kurang lebih 4 juta jiwa per tahun, pada 2030 diperkirakan populasi Indonesia bisa mencapai 300 juta jiwa!

 Angka pertumbuhan penduduk yang tinggi ini menjadi faktor dari kenaikan harga dan ketersediaan properti, terutama untuk kota-kota besar dimana tingkat kepadatan penduduknya lebih tinggi. Pengendalian tingkat pertumbuhan penduduk dan transmigrasi bisa menjadi solusi untuk membuat supply dan demand lebih imbang.

3. Inflasi

Di saat perekonomian negara sedang melemah dan nilai mata uang menurun, daya beli masyarakat akan menurun dan harga-harga barang meningkat. Setiap tahun inflasi pasti akan terjadi, walau persentasenya berbeda-beda. Inflasi mempengaruhi berbagai sektor ekonomi seperti, tingkat suku bunga, percepatan kredit pinjaman, dan lain-lain.

Untuk menghindari kenaikan harga properti yang signifikan karena terjadi inflasi, kita harus cermat dalam memilih properti. Kita bisa memilih properti dengan skema pembayaran yang ringan atau memberikan penawaran-penawaran yang menguntungkan.

4. Kenaikan Harga Bahan Dasar Properti

Selain berdampak langsung pada tingkat suku bunga, kredit, dan investasi, inflasi juga akan menyebabkan developer untuk menaikan harga properti karena kenaikan harga material bangunan, harga jasa tukang, dan biaya lainnya. Akumulasi kenaikan harga bahan dasar bangunan juga menjadi faktor dari kenaikkan harga properti setiap tahun.

5. Pertumbuhan Penduduk Kelas Menengah

Sebagai negara berkembang, masyarakat kelas menengah Indonesia akan terus tumbuh. Yang termasuk sebagai masyarakat kelas menengah adalah pendidikan yang baik dan penghasilan yang stabil, sehingga keluarga kelas menengah memiliki dua anggota keluarga dengan pendapatan stabil.

Masyarakat kelas menengah merupakan target pasar properti yang paling menjanjikan. Selain memiliki kredit yang baik, masyarakat kelas menengah biasanya juga memiliki pengetahuan yang cukup untuk menemukan suku bunga dan penawaran properti yang menarik.

6. Adanya Peningkatan Industri & Lapangan Kerja

Properti dibagi menjadi dua jenis, properti residensial (hunian) dan properti komersial (pusat bisnis). Jika kegiatan industri di suatu daerah meningkat, kebutuhan akan properti komersial akan ikut meningkat. Hal ini akan meningkatkan jumlah tenaga kerja yang menetap di daerah tersebut dan berujung pada meningkatnya harga properti residensial.

 

The Increase of Property Prices

Miniature colorful house on stack coins using as property and financial concept

 

Banyak masyarakat Indonesia yang belum mampu membeli rumah karena kenaikan harga properti tiap tahunnya yang bisa naik 15- 35% tiap tahun. Kenaikan harga ini mempengaruhi masyarakat dengan penghasilan pas-pasan menjadi ragu untuk membeli rumah sendiri.

Namun, hal yang berbeda berlaku bagi para investor yang memiliki cadangan dana berlimpah. Ketika ekonomi sulit, mereka memborong properti yang harganya jatuh dan menjual properti dengan harga lebih mahal ketika perekonomian membaik.

Keuntungan yang didapatkan dari sektor bisnis ini dapat meningkat berkali-kali lipat, dari kenaikan harga tanah atau capital gain dan kenaikan harga penggunaan atau sewa pertahun (rental yield). Itulah pentingnya mencari tahu mengenai prospek properti tiap tahunnya jika kita ingin membeli tanah maupun bangunan dengan tujuan pribadi maupun investasi.