Kebutuhan Rumah di Indonesia Terus Meningkat

Kenaikan kebutuhan rumah tinggal di wilayah Jabodetabek telah mencapai tingkat yang cukup signifikan, padahal permintaan rumah diperkirakan masih akan meningkat hingga tahun 2030 yang akan datang, namun seiring dengan masuknya generasi milenial ke pasar perumahan.

Housing Complex
Minute Read

3 mins

Published

03.02.2021

Kenaikan kebutuhan rumah tinggal di wilayah Jabodetabek telah mencapai tingkat yang cukup signifikan, padahal permintaan rumah diperkirakan masih akan meningkat hingga tahun 2030 yang akan datang, namun seiring dengan masuknya generasi milenial ke pasar perumahan. Menurut data Produk Domestik Bruto (PDB) Bank Dunia, Indonesia berada di urutan keenam belas dari PDB global tertinggi pada tahun 2019.

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjelaskan, mengingat sektor perumahan berperan besar dalam mendukung kelangsungan pertumbuhan ekonomi yang sangat terdampak oleh pandemi Covid-19, masyarakat tidak perlu ragu untuk membeli rumah dari pengembang. Namun, setiap orang harus sangat berhati-hati untuk menghindari pengembang “abal-abal” dan perumahan yang tidak dibangun sesuai dengan prosedur yang ada.

 

Housing Complex, Indonesia, Tangerang, Home in Tangerang

Tangerang, Indonesia – 13th Sept 2019: Allogio Cluster in Summarecon Serpong luxury real estate. It is a cluster specifically for boarding houses for university students.

 

Tingkat pendapatan memiliki andil besar dalam permintaan pembelian rumah, dan dengan tingkat pendapatan yang berbeda dari setiap daerah, rata-rata pengeluaran rumah tangga untuk perumahan di kota besar hampir dua kali lipat daripada di daerah perkotaan kecil. Karena perumahan adalah salah satu kebutuhan manusia dan investasi terbesar yang dapat dimiliki oleh siapapun–semua orang, termasuk keluarga baru dan generasi milenial menemukan kebutuhan mereka untuk memiliki rumah. Bahkan, menurut Bappenas pada tahun 2019, Indonesia sebagai negara berkembang memiliki lebih dari 60 juta generasi milenial.

Bagaimana masyarakat menggerakkan pasar properti di Indonesia?

Pertumbuhan penduduk berjalan seiring dengan pertumbuhan perumahan, dan dengan para milenial yang siap memasuki pasar perumahan–peningkatan pembangunan perumahan terlihat secara signifikan. Pengembang memanfaatkan kekuatan mereka untuk menarik pasar milenial dengan kebutuhan perumahan yang ada.

Harga rumah di perkotaan cenderung lebih mahal dibandingkan di pusat kota. Namun, pengembang properti berusaha untuk memenuhi kebutuhan pasar mereka, termasuk generasi milenial. Saat ini terdapat banyak hunian terjangkau yang berada di perkotaan, termasuk Jakarta. Pemerintah juga telah menyediakan perumahan sosial yang lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Meski perumahan atau perumahan sosial yang terjangkau mungkin kedengarannya tidak menjanjikan, pemerintah telah menetapkan beberapa peraturan yang perlu diikuti oleh pengembang properti, termasuk menciptakan akses air bersih.

Akankah kebutuhan perumahan berlanjut?

Housing Complex, Indonesia, Tangerang, Home in Tangerang

Tangerang, Indonesia – 27 May 2019: Rows of luxury houses in Cluster Thomson and Cluster Tesla in Summarecon Serpong residential area, with big opportunity for property investment and development.

 

Jawabannya adalah iya, khususnya Indonesia sebagai salah satu negara berkembang. Pembangunan perumahan diperkirakan akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang–terutama dengan situasi saat ini, dimana kebutuhan perumahan pada generasi muda terus meningkat, perumahan yang terjangkau pun juga meningkat. Namun, meski harga rumah akan terus naik, pemerintah menyediakan stok rumah yang lebih terjangkau. Oleh karena generasi muda telah mencapai usia cukup untuk membeli rumah, permintaan akan rumah diperkirakan melonjak selama beberapa tahun ke depan karena banyaknya yang ingin membeli rumah pertama mereka.

Apa sajakah faktor yang mempengaruhi permintaan pasar perumahan?

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan kebutuhan rumah. Permintaan pasar perumahan sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi dan populasi, tingkat suku bunga, demografi, dan tingkat pendapatan. Misalnya, permintaan rumah cenderung meningkat selama periode pertumbuhan ekonomi.

Selain faktor ekonomi, faktor demografis juga memainkan peran penting dalam permintaan perumahan–termasuk ukuran populasi dan pertumbuhan populasi, tingkat kematian, tingkat perceraian, jumlah anak, dll. Selain itu, perubahan permintaan dan harga perumahan. pasar dapat mencakup infrastruktur baru, fasilitas umum baru atau fasilitas rekreasi.

Bagaimana penawaran dan permintaan perumahan mempengaruhi investasi properti?

Penawaran dan permintaan adalah gagasan ekonomi yang paling mendasar dan merupakan dasar ekonomi pasar.

 

Residential,Building,At,The,Evening.,Subsidi,House,From,Government.,Real

Residential building at the evening. Subsidi house from government. real estate and property investment.

 

Karena harga rumah bergerak sebagai respons terhadap perubahan penawaran dan permintaan–pasar perumahan yang tidak sensitif terhadap perubahan harga menjadi lebih ideal dilihat dari sudut pandang investasi. Sebab, jika ada perubahan harga rumah kemungkinan besar permintaan akan turun.

Secara keseluruhan, permintaan rumah di Indonesia diperkirakan masih akan meningkat dalam beberapa tahun ke depan, dan pemerintah terus mendorong banyak orang untuk tidak lagi menahan diri untuk membeli rumah. Di sisi lain, pemerintah dan pemangku kepentingan bekerja sama dalam membangun perumahan yang lebih terjangkau, namun masyarakat diperingatkan untuk tetap berhati-hati saat ingin membeli rumah.