Indeks Harga Apartemen Turun, Pasar Rumah Tapak Menguat

Dengan keberadaan Pandemi Covid-19 yang tak kunjung hilang, apakah ini saat yang tepat untuk melakukan investasi di sektor properti?

investasi properti rumah tapak, invest property, landed house investment, property forecast
Minute Read

3 mins

Published

13.12.2021

Sebelum adanya pandemi COVID-19, indeks harga apartemen di Indonesia jauh lebih prospektif daripada rumah tapak. Dibangun di wilayah strategis lengkap dengan fasilitas modern, sangat wajar jika apartemen jadi idaman banyak pekerja dengan mobilitas tinggi. Lalu, bagaimana pandemi yang berlangsung sejak tahun 2020 ini mempengaruhi tren pasar properti? 

apartment investment

Indeks Harga Apartemen Turun, Pasar Rumah Tapak Punya Prospek Positif

Indonesia Property Market Index mencatatkan tiga bulan pertama 2021 adalah saat dimana ada penurunan indeks harga properti hunian, baik secara kuartalan maupun tahunan. Dengan adanya penurunan indeks harga tersebut, situasi properti kemudian berbalik pada hunian apartemen yang sempat menjadi incaran. Perubahan harga properti pada kuartal tersebut dikontribusikan oleh turunnya harga apartemen yang berada pada angka 109,9 pada kuartal pertama 2021, turun 2,3% dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-on-quarter) dan turun 5,3% dibandingkan kuartal pertama 2020 (year-on-year). Berbanding terbalik, indeks harga rumah tapak berada pada angka 119 dan naik sebesar 2,36% dibandingkan kuartal sebelumnya qoq (quarter-on-quarter) dan naik sebesar 3,61% yoy (year-on-year)

Country Manager Rumah.com – Marine Novita, menyebutkan bahwa penyebab turunnya harga apartemen di bursa properti Indonesia salah satunya berasal dari kurangnya edukasi pada masyarakat sehingga mempengaruhi minat beli apartemen. Menurutnya, sebagai penghuni generasi pertama, masyarakat Indonesia belum melewati fase berakhirnya sertifikat dan belum dapat melihat contoh nyata saat Hak Guna Bangunan (HGB) berakhir. Oleh karenanya, banyak property-seeker yang khawatir jika kepemilikannya terhadap apartemen bisa hilang sewaktu-waktu. Hal inilah yang ditekankan Marine Novita sebagai tugas seluruh stakeholder properti, pemerintah, developer, dan agen jual beli untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat lebih baik lagi. Selain anggapan hak guna, penurunan daya beli apartemen juga di dipengaruhi oleh kebiasaan masyarakat Indonesia masih belum terbiasa untuk tinggal di komplek hunian tanpa adanya halaman pribadi. 

indonesia property real estate outlook 2022

Saat Bagus Beli Properti

Data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) Q3 2021 menunjukkan adanya kenaikan harga properti sepanjang kuartal II/2021. Tercatat, Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan II/2021 dan triwulan III 2021 sebesar 1,12% (year-on-year), 1,49%, lebih tinggi dibandingkan dua kuartal sebelumnya. Melihat angka-angka tersebut, kita sudah sepatutnya optimis akan adanya pertumbuhan positif pada sektor properti pasca-pandemi nanti. Fenomena ini tentunya juga jadi peluang langka bagi kita yang sedang berburu hunian idaman, di mana suplai berlimpah sedang tren harga mengalami penurunan. Indeks harga yang menurun dan suplai yang terus meningkat inilah yang sebaiknya digunakan untuk segera membeli properti. Harga rumah yang sudah terkoreksi, stimulus dari pemerintah berupa kebijakan insentif PPN untuk sektor properti yang diperpanjang hingga Desember 2021 ditambah promo dari developer dan bank akan banyak memudahkan jual beli properti. 

Salah satu daerah yang mungkin bisa kita jadikan tujuan membeli properti adalah Tangerang Selatan. Dengan sisi suplai yang tidak banyak terganggu oleh pandemi COVID-19, indeks suplai rumah tapak di Tangerang Selatan meningkat tajam pada Q2 2020 sebesar 28,2 persen, dengan lonjakan secara tahunan stabil di angka 90,6 persen pada Q1 2021. Dibandingkan dengan prospek apartemennya, pasar rumah tapak di Tangerang Selatan dianggap stagnan dan akan lebih positif pada masa yang akan datang selama tidak mengalami over supply. Hal ini juga sejalan dengan prediksi pakar properti akan kecenderungan konsumen pasca pandemi yang lebih memilih wilayah jauh dari pusat kota. Meskipun begitu, kualifikasi dari daerah yang dipilih adalah memiliki fasilitas publik yang lengkap seperti pusat perbelanjaan, sekolah, stasiun, halte hingga akses yang mumpuni dalam waktu dekat.

 

Bagaimana Lokals, sudah siap untuk berburu rumah tapak sebagai investasi jangka panjang?