Panduan Membeli Apartemen di Jakarta dengan Gaji Pekerja

Harga properti meningkat setiap tahunnya, namun tidak diikuti dengan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMR) yang seimbang

Minute Read

3 mins

Published

03.02.2021

Harga properti meningkat setiap tahunnya, namun tidak diikuti dengan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMR) yang seimbang. Kondisi ini menyebabkan banyak pekerja berpendapatan median, terutama di kawasan metropolitan, tidak mampu membeli rumah baru. Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif dari Indonesia Property Watch, mengklaim belum ada pasar perumahan yang khusus menyasar segmen kelompok pekerja.

“Ironisnya belum ada kebijakan yang menyasar golongan ini yang notabene di segmen menengah bukan bawah,” ujarnya, dikutip dari Bisnis.com, Selasa (1/12/2020).

Diakuinya, kelompok pekerja merupakan “segmen tanggung” dalam hal kemampuan dan daya beli. Mereka tidak mau membeli rumah dengan harga Rp 300 juta karena berbagai alasan, tetapi mereka juga tidak mampu membeli rumah yang harganya diatas Rp 800 juta.

Dalam beberapa dekade terakhir, rumah tangga berpenghasilan menengah cenderung membeli rumah baru di kawasan sekitar Jakarta, seperti Depok, Bekasi, Tangerang dan Bogor. Namun seiring dengan meningkatnya permintaan, harga rumah di lokasi strategis di kota-kota tersebut juga mengalami peningkatan. Situasi ini memaksa pekerja berpenghasilan menengah dan pekerja fresh graduate untuk membeli apartemen baru sebagai properti pertama mereka.

View of old apartment tower at Bandung, Indonesia

Tips membeli apartemen

1. Riset

Melakukan penelitian sangat penting sebelum menentukan pilihan kita pada sebuah apartemen. Jangan membeli apartemen semata-mata karena harganya yang terjangkau, tetapi kita perlu mempertimbangkan terlebih dahulu apakah tinggal di sana akan nyaman atau tidak. Ada banyak aspek yang perlu diteliti, dari segi lokasi, aksesibilitas, lingkungan, biaya perawatan, hingga jadwal penyelesaian proyek jika kita berencana untuk membeli apartemen yang masih dalam tahap pengembangan.

Lima aspek yang disebutkan di atas dapat membantu kita mempersempit pilihan dengan menentukan area yang diinginkan, biaya keseluruhan, dan kenyamanan. Setelah menimbang pro dan kontra tiap apartemen, buat perbandingan harga tiap tipe apartemen. Baik itu apartemen studio, 1 kamar tidur atau 2 kamar tidur, kita dapat memilih apartemen terbaik dengan harga yang setara dengan perumahan kelas menengah.

2. Jelajahi internet

Promosi dan diskon adalah teman terbaik bagi pekerja berpenghasilan menengah, terutama dalam hal berburu properti. Ada banyak promosi yang bisa kita temukan di internet, baik itu promosi dari developer, agen real estate, atau bank. Tidak hanya menguntungkan pembeli, strategi ini juga terbukti efektif untuk developer.

Oleh karena itu, untuk mendapatkan harga terbaik unit apartemen yang kita inginkan pastikan untuk selalu memantau situs dan media sosial terkait dimana developer sering mengumumkan promosi yang akan datang.

Modern living room and kitchen in small apartment

3. Dapatkan penawaran pre-launch

Pengembang terkadang memberikan diskon tambahan selama masa pre-launch mereka. Tujuannya agar banyak orang tertarik membeli unit apartemennya dengan cara menampilkan perkembangan proyek, serta fitur dan fasilitas yang akan diberikan. Kita bisa mendapatkan promo menarik seperti diskon, suku bunga rendah, dan keuntungan lain dari developer dengan memesan unit apartemen pada fase pre-launch.

Namun, membeli properti sebelum diluncurkan juga memiliki kekurangan dan resikonya sendiri. Jelas bahwa unit yang dibeli tidak bisa langsung ditempati, kita harus menunggu hingga pembangunannya selesai. Selain itu, proses pembangunan selalu memiliki risiko penundaan, baik karena disengaja oleh pengembang yang nakal maupun karena terhalang oleh masalah legalitas bangunan dan sebagainya.

4. Jangan mudah tergiur dengan harga

Harga murah akan selalu menjadi godaan, apalagi jika kita menemukan harga rumah di bawah harga pasar. Meski terdengar menggoda, jenis penawaran ini adalah salah satu yang perlu diwaspadai. Secara umum, pengembang biasanya memasang harga 8-15% lebih tinggi dari harga semi-gross daerah tersebut. Jika harga unit lebih murah dari itu, mungkin ada hal yang disembunyikan seperti ukuran unit yang lebih kecil, pemandangan yang kurang indah, atau kekurangan lain yang membuat tinggal di sana terasa tidak nyaman.

Lebih penting lagi, jangan lupa untuk mengecek kualitas developernya. Lakukan pemeriksaan pada rekam jejak pengembang untuk melihat apakah mereka dapat dipercaya atau tidak.

Rainbow Springs CondoVillas luxury apartment complex in Summarecon Serpong, Tangerang, Indonesia. It has high values of property investment and development.

5. Mempersiapkan dana untuk membeli apartemen

Seperti yang telah disebutkan di atas, mempersiapkan dana sama pentingnya dengan mencari unit apartemen terbaik. Hitung ulang apakah gaji kita bisa menutup harga beli apartemen yang terletak di daerah yang kita inginkan. Lakukan perencanaan keuangan yang ketat untuk mendapatkan apartemen impian dengan tabungan sendiri.

Besarnya persentase rata-rata pendapatan yang dialokasikan untuk membeli hunian tergantung dari besarnya dana yang dibutuhkan. Kita juga perlu mempertimbangkan jumlah uang muka yang akan dibayar untuk mengurangi biaya cicilan. Dengan asumsi kenaikan biaya hunian per tahun adalah 15-20%, idealnya kita harus mengalokasikan 20 sampai 30 persen dari gaji untuk dana membeli apartemen.

Jangan lupa menyimpan dana ekstra untuk membayar biaya perawatan bulanan dan biaya tambahan tak terduga lainnya.