Rumah vs Apartemen: Mana yang Cocok Untukmu?

Sebelum memutuskan untuk tinggal di rumah atau apartemen, hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah menimbang seluruh keuntungan dan kerugian yang akan didapatkan. Dengan adanya daftar pertimbangan, kita dapat menentukan pilihan yang tidak terpikirkan sebelumnya.

Minute Read

4 mins

Published

02.02.2021

Saat harus memilih untuk tinggal dimana, rumah atau apartemen sebagai hunian pertama, hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah menimbang seluruh keuntungan dan kerugian yang akan didapatkan. Mungkin dengan adanya daftar tersebut kita dapat menentukan pilihan yang tidak terpikirkan sebelumnya.

house vs apartment family house indonesia

Kelebihan dan Kekurangan Tinggal di Rumah Tapak

Rumah Tapak adalah jenis hunian yang dibangun langsung di atas tanah. Untuk pengantin baru yang ingin memperbanyak anggota keluarga, maka hunian tipe ini sangat cocok!

Tipe-tipe rumah townhouse, klaster, rumah tunggal, dan rumah kopel termasuk dalam kategori rumah tapak.

Keuntungan

  • Membeli Rumah artinya Membeli Tanah
    Membeli rumah tapak merupakan investasi yang lebih menguntungkan, karena selain kita memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) yang berlaku selamanya dan dapat diwariskan ke keturunan kita. Apabila kelak daerah rumah kita akan dibeli oleh pemerintah atau developer, SHM dapat dijual dengan harga yang menguntungkan.
  • Prospek Pertumbuhan Modal
    Keuntungan dari membeli rumah tapak akan sangat terasa dalam jangka panjang. Seiring berjalannya waktu, harga tanah akan selalu meningkat. Jika kedepannya kita ingin menjadi seorang investor di bidang properti, rumah tapak tentu akan memberikan keuntungan berupa nilai dan harga properti.
  • Kenyamanan dan Privasi
    Rumah tapak tentu menyediakan lahan pribadi yang lebih luas dan lebih bebas dibandingkan apartemen. Dengan adanya dinding yang tebal dan halaman, kita tidak perlu khawatir akan mengganggu tetangga sekitar dengan suara hewan peliharaan atau keramaian saat kita menjamu tamu.
  • Lebih Mudah Dikendalikan
    Seiring berjalannya waktu, tentu ruangan yang dibutuhkan akan berbeda. Entah itu menambah kamar untuk anak, menambah tingkat rumah, atau memperluas bangunan. Dengan rumah tapak, kita bebas merenovasi dan menata rumah sesuai keinginan. Apalagi jika kita memiliki taman yang bisa ditanami berbagai jenis pohon dan tanaman hias yang akan membuat rumah menjadi lebih asri.

house vs apartment family house indonesia housing perumahan cluster

Kekurangan

  • Perawatan dan Pemeliharaan
    Lahan yang lebih luas dan ruangan yang lebih banyak artinya kita membutuhkan upaya lebih untuk memelihara dan menjaga rumah. Dari menjaga kebersihan, estetika, hingga memperbaiki kerusakan seperti pipa bocor harus kita urus sendiri. Belum lagi berbagai tagihan yang perlu dibayar seperti tagihan air, listrik, hingga iuran warga dan iuran keamanan.
  • Lokasi
    Untuk mendapatkan rumah yang cukup besar di pusat kota kita perlu mengeluarkan biaya hingga miliaran rupiah. Hal ini menjadi pertimbangan bagi orang-orang yang memiliki mobilitas tinggi.Area perumahan baru biasanya dibangun di area pinggiran kota yang jauh dari pusat aktivitas. Jarak ditambah tingginya arus kendaraan, mengharuskan para pemilik rumah di pinggiran kota menempuh macet atau berdesakan menaiki transportasi umum setiap hari.
  • Harga
    Pertimbagan yang paling mencolok dari membeli sebuah rumah tapak adalah harganya yang relatif tinggi. Tentu kita bisa mendapatkan KPR dari bank, tapi dibutuhkan waktu hingga bertahun-tahun untuk melunasi pinjaman tersebut.

Kelebihan dan Kekurangan Tinggal di Apartemen

Gedung apartemen, komplek apartemen, kondo, dan rumah susun (rusun) termasuk dalam kategori hunian vertikal atau rumah vertikal. Tinggal di apartemen telah menjadi tren beberapa tahun belakangan ini, terutama di antara pasar milenial. Bagi kebanyakan milenial, mengorbankan ruang gerak tidak seberapa dibandingkan kemudahan dan keuntungan lain yang bisa didapatkan dengan tinggal di apartemen.

house vs apartment family house indonesia apartment building

Keuntungan

  • Lokasi
    Biasanya apartemen dibangun di lokasi yang strategis, ideal bagi orang-orang dengan mobilitas tinggi di daerah perkotaan. Setelah tersedianya sarana transportasi yang nyaman seperti Commuter Line, MRT dan LRT, berbagai developer membangun apartemen baru dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi dengan jalur transportasi umum. Kita jadi dapat bepergian dengan lebih mudah!
  • Fasilitas
    Tinggal di apartemen dapat membuat hidup kita lebih praktis dengan segala fasilitas yang tersedia dan adanya manajemen gedung. Tidak perlu lagi repot membayar berbagai tagihan ataupun memanggil tukang untuk perbaikan, karena semua tagihan utilitas dan tagihan pemeliharaan akan digabung menjadi satu.Manfaat lain dari tinggal di apartemen adalah keamanan dan fasilitas yang ditawarkan kepada penghuninya. Kompleks apartemen, terutama yang lebih baru, seringkali memiliki banyak fitur modern seperti sistem rumah pintar, area fitness, kolam renang, laundry, dan fasilitas lainnya.
  • Harga Beli
    Jika kita memiliki anggaran yang terbatas, apartemen merupakan solusi yang tepat. Membeli apartemen sebagai hunian pertama dapat membantu kita menghemat biaya karena selain harganya yang lebih murah, kita juga tidak harus mengeluarkan biaya ekstra untuk berbagai fasilitas tambahan. Kita juga masih bisa mengajukan pinjaman pada bank melalui permintaan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA).

Kekurangan

  • Biaya Pemeliharaan
    Saat tinggal di apartemen kita memang tidak perlu pusing memikirkan tagihan yang banyak ragamnya, tapi kemudahan ini dikenai biaya sendiri. Kalau di rumah tapak besar tagihan air dan listrik, hingga mengatur harga tukang yang dipanggil bisa kita atur sendiri, di apartemen hal-hal ini telah diurus oleh pihak manajemen bangunan.Setidaknya ada 7 biaya tambahan yang perlu kita keluarkan saat tinggal di apartemen, yaitu Iuran Pengelola Apartemen (IPL), Sinking Fund, biaya parkir, biaya listrik dan air yang lebih tinggi, biaya renovasi dan dekorasi, dan laundry. Biasanya harga yang dikenakan untuk IPL, parkir, listrik, dan air telah disetujui sebelumnya dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB).
  • Privasi dan Kebebasan
    Tinggal di apartemen akan mengurangi privasi dan kebebasan kita. Dengan banyaknya jumlah penghuni dalam satu gedung dan hanya dibatasi oleh dinding tipis, mengharuskan kita terbiasa mendengar suara-suara dari tetangga. Kita juga harus berbagi fasilitas umum apartemen dengan penghuni lainnya.
  • Ruang yang Kecil
    Kerugian lain dari apartemen adalah ruang hidup yang terbatas dan tidak bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan kita. Kompleks apartemen terkadang juga tidak menawarkan tempat parkir yang memadai untuk seluruh penyewanya. Mencari tempat parkir bisa jadi merepotkan, terutama saat kita mengundang banyak orang.
  • Legalitas
    Legalitas kepemilikan apartemen lebih kompleks dari pada rumah tapak. Berdasarkan kepemilikan tanah, apartemen diklasifikasikan menjadi Tanah Milik Negara, Tanah Hak Milik dan Tanah Pengelolaan. Pemilik apartemen hanya mendapatkan Hak Guna Bangunan (HGB) yang masa berlakunya maksimal 20 tahun. Jika masa HGB habis, pemilik unit dapat memperbaharui sertifikat yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk diproses.

Baik rumah tapak maupun apartemen, membeli properti untuk pertama kalinya merupakan sebuah langkah besar yang bisa dianggap sebagai salah satu pencapaian terbaik dalam hidup kita. Perlu diingat bahwa rumah atau apartemen bisa menjadi investasi yang akan memberikan profit untuk kita dalam jangka panjang. Jangan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, pertimbangkan keuntungan, kerugian, serta kemungkinan yang bisa terjadi di masa depan sebelum membeli sebuah properti!