Kenali Seluk Beluk Daya Listrik Rumah

Bagaimana kita tahu berapa besar daya yang kita butuhkan? Serta seberapa besar kapasitas listrik yang kita miliki saat ini?

Minute Read

3 mins

Published

02.02.2021

Tahu tidak, setiap rumah di Indonesia memiliki daya listrik yang berbeda meski ukuran bangunannya sama? Listrik merupakan salah satu komponen penting yang perlu kita perhatikan saat membeli rumah atau menyewa rumah baru. Tapi, bagaimana kita tahu berapa besar daya yang kita butuhkan? Serta seberapa besar kapasitas listrik yang kita miliki saat ini?

PLN

Sebagai orang Indonesia, tentu nama PLN (Perusahaan Listrik Negara) tidak asing lagi. Perusahaan BUMN ini merupakan satu-satunya perusahaan yang mendistribusikan listrik ke seluruh pelosok Indonesia, dari Gedung perkantoran, mall, hingga rumah. Umumnya, rata-rata tegangan listrik yang disalurkan oleh PLN untuk rumah-rumah adalah 220 V.

Menghitung Daya Listrik Rumah

Thomas Kelley Volts

Setiap rumah di Indonesia yang sudah dialiri listrik pasti dilengkapi dengan meteran listrik dan MCB (Miniature Circuit Breaker). Meteran listrik atau KWH meter berfungsi untuk mengukur seberapa besar daya listrik yang dipakai untuk mengukur tagihan listrik kita setiap bulannya. Sedangkan, MCB adalah alat yang membatasi penggunaan listrik dan menjadi pengaman saat terjadi arus pendek.

PLN akan memasangkan MCB sesuai dengan permintaan daya listrik kita. Makanya, saat membeli rumah yang sudah ditinggali sebelumnya, atau menyewa, cari tahu seberapa besar daya listrik yang ada dengan melihat satuan Ampere yang tertera di MCB.

Jadi, berapa besar daya listrik yang dibutuhkan?

Kita bisa memperkirakan sendiri besar daya listrik yang dibutuhkan! Caranya, daftarkan semua peralatan listrik yang sering kita gunakan dan tulis seberapa besar daya listrik yang dikonsumsinya (Watt). Contohnya;

2 x Air Conditioner:  820W x 2  = 1640W
1 x Kulkas                 :  128W x 1   = 256W
1 x Pemanas air       :  250W x 1  = 250W
12 x Lampu LED     :  15W x 1     = 180W
Total                                                = 2326W atau 2326 VA

Jadi, dibutuhkan daya listrik sebesar 2326 VA atau lebih untuk rumah kita.

Menyalakan Listrik di Rumah

Saat kita membeli rumah baru atau membangun rumah sendiri, kemungkinan besar aliran listrik belum dipasang. Kunjungi PLN terdekat dari lokasi rumah kita dan ajukan permintaan untuk aliran listrik sekaligus meminta kapasitas daya yang kita inginkan. Ada beberapa pilihan standar daya listrik yang ditawarkan PLN, yaitu 220VA (1A), 450VA (2A), 900VA (4A), 1300VA (6A), 2200VA (10A), 3500VA (16A), 4400VA (20A), 5500VA (25A).

Jika dari perhitungan sebelumnya kita membutuhkan daya sebesar 2326 VA, maka sebaiknya pilih daya listrik 16A atau lebih tinggi.

Memilih Sistem Pembayaran yang Tepat

Lamp

PLN menawarkan dua sistem pembayaran tagihan listrik agar kita bisa menyesuaikan pemakaian dengan gaya hidup kita.

Listrik Pascabayar
Dengan sistem pascabayar, tagihan listrik akan ditagihkan tiap bulan. Petugas PLN akan datang ke rumah dan mencatat KWH Meter kita untuk mengetahui seberapa besar daya listrik yang kita gunakan bulan itu.

Kita bisa memperkirakan sendiri tagihan listrik tiap bulan dengan mengacu pada tagihan dari bulan sebelumnya. Bagi Jumlah Rupiah Tagihan dengan Pemakaian KWH Total yang tertera, hasilnya adalah tarif per penggunaan KWH.

Listrik Prabayar
Sistem pembayaran terbaru dari PLN adalah Listrik Prabayar. Jika kita menggunakan sistem ini, MCB yang dipasang oleh pihak PLN adalah MCB digital, dimana kita bisa langsung memasukkan kode voucher isi ulang listrik.

Biaya yang ditawarkan untuk listrik prabayar beragam, tergantung pada penggunaan dan besar daya listrik masing-masing pengguna. Jika token listrik kita sudah hampir habis, mesin MCB akan mengeluarkan bunyi untuk mengingatkan kita. Apabila token listrik kita habis, listrik akan secara otomatis terputus. Pembelian voucher listrik berkisar dari Rp 20,000 hingga Rp 1,000,000

Sistem ini cocok untuk pemilik rumah yang sering pergi liburan atau jarang berada di rumah. Hanya dengan mengisi token sebesar pengeluaran rata-rata, kita dapat lebih leluasa mengatur penggunaan listrik rumah dan meningkatkan efisiensi penggunaan daya listrik.