4 Langkah dan Tips Membeli Rumah Pertama

Saat umur memasuki kepala dua tentunya kita memiliki banyak keinginan yang ingin dicapai, mungkin salah satunya adalah untuk membeli rumah sendiri. Tapi, bisakah kita menggapainya sebelum memasuki dekade berikutnya? Mungkin saja!

Minute Read

4 mins

Published

02.02.2021

Saat umur memasuki kepala dua tentunya kita memiliki banyak keinginan yang ingin dicapai, mungkin salah satunya adalah untuk membeli rumah sendiri. Tapi, bisakah kita menggapainya sebelum memasuki dekade berikutnya? Mungkin saja! Dengan perencanaan yang matang dan tekad yang bulat, kita bisa membeli rumah pertama yang telah kita impi-impikan.

Ada 4 tahap yang harus kita lalui jika ingin memiliki rumah sendiri dengan gaji single digit, yaitu persiapan, riset, mencari & memahami hipotek, dan melakukan pembelian.

Dalam artikel ini, kita akan membahas keempat langkah di atas beserta tips yang dapat memudahkan kita untuk memiliki properti pribadi!

Happy,Asian,Family,Enjoying,Their,New,Home,Together,Playing,With

1. Persiapan

Sebelum kita memutuskan untuk membeli sebuah rumah, kita perlu mempersiapkan beberapa hal

Seberapa besar uang yang dapat dikeluarkan?
Yuk, lakukan perhitungan seberapa besar pengeluaran per bulan yang mampu kita keluarkan untuk membayar cicilan rumah. Kurangi pendapatan sebulan dengan jumlah pengeluaran dan tabungan bulanan. Sisa dari pemasukan kita adalah jumlah uang yang dapat kita gunakan untuk membayar cicilan rumah.

Idealnya, pengeluaran untuk membayar cicilan rumah tidak melebihi 30% dari pendapatan kita per bulan. Kita juga masih harus membayar berbagai tagihan dan pajak juga, lho.

Cari Tahu Rekam Jejak Kredit
Rekam jejak kredit merupakan aspek penting yang perlu kita perhatikan saat ingin membeli rumah pertama, terutama jika kita ingin mengajukan pinjaman atau KPR. Rekam jejak kredit kita pasti akan ditelusuri oleh pihak bank saat kita mengajukan KPR.

Mulai Menabung dari Sekarang
Tentu kita bisa mengajukan pinjaman atau KPR untuk memperingan beban finansial saat membeli rumah sendiri, tapi sebelumnya kita harus menabung untuk melunasi uang muka dan deposit terlebih dahulu! Uang muka biasanya mulai dari 10% dari harga rumah, sedangkan biaya deposit besarannya beragam.

2. Riset

sales, home, offer, new, family, owner, buy, moving

Selain mengamankan dana, kita juga perlu sering-sering melakukan riset pasar untuk menemukan rumah yang sempurna. Apa saja yang perlu kita cari tahu?

Lokasi
Untuk mencari tahu lokasi yang terbaik, pertimbangkan lokasi aktivitas kita sehari-hari seperti lokasi kantor, sekolah, hingga tempat nongkrong favorit. Cari tahu juga fasilitas umum yang terdapat di sekitar pemukiman yang kita incar seperti sekolah, rumah sakit, supermarket atau pasar, rute transportasi umum, hingga jarak dari jalan utama. Jangan sampai kita kesulitan pesan Ojek Online karena letak rumah yang terpencil.

Tipe Rumah
Fasilitas yang diperlukan oleh pengantin baru, keluarga kecil, hingga lajang tentu berbeda. Mulai dari jumlah kamar, kamar mandi, hingga ukuran bangunan dan tanah. Pada umumnya, bangunan baru belum memiliki beragam fasilitas yang mungkin kita perlukan, maka dari itu, pastikan membeli properti yang dapat kita kembangkan lagi untuk memenuhi kebutuhan kita kedepannya!

Pengembang
Jika kita ingin membeli rumah dari pengembang tertentu, pastikan pengembang tersebut memiliki rekam jejak yang baik. Cari tahu apakah ada masalah atau komplain dari proyek mereka sebelumnya? Cari tahu juga jika rentang harga hunian mereka sesuai dengan dana yang kita miliki.

Lingkungan
Sudah menemukan rumah yang sempurna di internet? Saatnya kita langsung datang ke lokasi dan perhatikan lingkungan di sekitarnya. Selain untuk memastikan jika lingkungannya sesuai dengan keinginan, hal ini dapat mempermudah proses penyesuaian saat kita pindah kesana.

3. Mencari & memahami hipotek

Hipotek adalah kredit jangka Panjang yang diberikan oleh kreditur (bank atau pengembang) dengan jaminan berupa aset tidak bergerak (properti). Bank Indonesia menawarkan skema hipotek yang dikenal sebagai KPR (Kredit Pemilikan Rumah) untuk memudahkan WNI memiliki rumah sendiri.

mortgage, deal, home, buying, happy, new, home

Terdapat 2 jenis KPR yang tersedia untuk kita, yaitu;

  • KPR Pembelian: KPR Pembelian diajukan untuk membeli dan menggunakan rumah yang akan dibeli sebagai agunan atau jaminannya. Terdapat 4 macam KPR Pembelian
    • KPR Konvensional: Produk kredit perumahan dari bank tanpa adanya campur tangan pemerintah.
    • KPR Syariah: KPR yang diberikan oleh bank Syariah dengan mengikuti syariat islam. Dibagi menjadi dua jenis berdasarkan prinsipnya, yaitu akad murabahah (jual beli) dan akad musyarakah mutanaqishah (kerjasama sewa)
    • KPR Bersubsidi: Disediakan untuk memfasilitasi pemilikan atau pembelian rumah sederhana oleh masyarakat berpenghasilan rendah sebagai bagian dari JAMSOSTEK
    • KPR In-house: Istilah yang dipakai untuk pembelian properti yang menggunakan cicilan bertahap yang ditawarkan oleh pengembang (KPR internal dari pengembang)
  • KPR Multiguna atau Refinancing: KPR ini merupakan pengajuan kembali kredit kepada pihak kreditor dengan jaminan yang sudah dimiliki, dalam hal ini rumah. Jika kita mengajukan KPR Refinancing, pihak kreditur akan melakukan penyesuaian dengan KPR lama setelah menilai ulang rumah yang bersangkutan.

Saat kita mengajukan pinjaman dari bank, jangan lalai untuk melakukan dua tahapan sebelumnya seperti memilih rumah yang diinginkan, menghitung besarnya kemampuan finansial kita, serta memperkirakan seberapa besar uang yang akan kita keluarkan untuk menutup uang muka dan deposit.

4. Melakukan pembelian

Setelah melakukan berbagai riset, kini kita telah menemukan rumah sempurna yang sesuai dengan kemampuan finansial kita. Namun, sebelum kita menandatangani kontrak, lakukan hal berikut untuk memastikan kita mendapat tawaran terbaik.

Lakukan Inspeksi
Teliti setiap sudut rumah, dari tembok, lantai, hingga atap. Jika terdapat kerusakan atau ditemukan adanya hama, kita dapat meminta pihak pengembang atau pemilik sebelumnya untuk memperbaiki masalah yang ada dan dimasukkan ke dalam kontrak. Kita juga bisa meminta pengurangan harga jika pihak pengembang atau pemilik sebelumnya menolak.

Kunjungi Lokasi Properti
Jika kita membeli properti yang masih dalam tahap pembangunan, jangan malas untuk datang ke lokasi untuk memastikan bahwa proyek berjalan dengan lancar. Jaga relasi dengan pengembang, supaya kita dapat bertanya jika tanggal penyelesaian akan tertunda.

Pahami Isi Kontrak
Membeli rumah pertama kita tentu sangat memompa adrenalin, terutama saat kita memegang pena untuk membubuhkan tanda tangan diatas kontrak. Jangan tergesa-gesa, baca dulu setiap halaman dari kontrak yang diberikan. Banyak penipuan properti terjadi karena pembeli lalai dalam meneliti kontrak yang diberikan.

Miliki Asuransi Rumah
Memiliki asuransi rumah akan meringankan beban kita jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Berbagai macam resiko kerugian finansial yang dapat menimpa properti seperti kebakaran, bencana alam, hingga kemalingan dapat ditanggung oleh pihak asuransi. Tidak hanya bangunan, kita juga dapat mengasuransikan aset yang berada di dalam rumah.

Membeli rumah sendiri memang menyenangkan dan menegangkan, namun ada banyak hal yang perlu kita teliti dan pikirkan sebelum membuat keputusan. Gambaran umum ini dapat membantu kita menentukan langkah apa yang perlu diambil dalam membeli rumah. Semakin kita mengenal prosesnya, semakin kecil rasa khawatir dan stress yang akan kita rasakan, dan semakin besar kemungkinan kita mendapatkan rumah yang diinginkan dengan harga yang terjangkau.

Ingat, jangan terbawa emosi saat membeli rumah. Tetap rasional dan tenang sehingga tidak membuat keputusan yang akan kita sesali!